01 January 2009

Selamat Tahun Baru

Ramai di luar sana. Langit malam berhias warna-warni cahaya. Malam ini adalah malam pergantian tahun, dan sejak dulu, malam pergantian tahun selalu diramaikan oleh pesta kembanga api. Ratusan, ribuan bahkan mungkin ratusan ribu kembang api di luncurkan ke kelamnya langit malam. Mungkin yang meluncurkan itu ingin memberi tanda kepada yang lain bahwa mereka tidak sendirian merayakan malam pergantian tahun, Entahlah.

Kilau cahaya kembang api itu menerobos gelapnya kamar kontrakanku yang lampunya padam. Selang bebarapa detik kemudian, suaran letupannya terdengar . kita pasti ingat pelajaran Fisika di sekolah bahwa kecepatan cahaya lebih tinggi dibanding suara. Itulah kenapa cahayanya lebih dulu sampai ke kamarku daripada suara letupannya. Cahaya, kemudian suara. Begitu terus menerus, berulang tidak teratur namun harmonis. Di tilam yang dingin aku menikmati semua itu.

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun kemarin, di kompleks kontrakanku yang terbilang luas (100 kamar) kali ini tak ada suara terompet. Memang tak ada yang membunyikannya. Mereka mungkin terprovokasi oleh ucapanku sore kemarin yang mengatakan bahwa membunyikan terompet dulunya adalah tradisi bangsa Israel dalam merayakan malam tahun baru. Padahal, sy sendiri belum meyakini kebenaran atas ucapanku itu. Tapi begitulah, karena ada berbau Israel di sana sehingga perlu disingkirkan.

Israel dalam rentang pergantian tahun 1430 penanggalan Hijriah sampai denga tahun baru Masehi telah menjadi Negara antagonis. Negara itu telah dengan angkuh memborbadir pemukiman penduduk di Gaza. Sebuah serangan skala besar dilancarkan terhadap mereka yang tak berdaya. Roket berhulu ledak dalam jumlah massif diluncurkan. Cahaya dan ledakan yang ditimbulkannya tentu tidak bisa dibandingkan dengan meriahnya pesta kembang api di atas. Ledakan itu merusak, memporak-porandakkan dan hanya menyisakan tangis pilu (Israelnya senyum-senyum). Banyak korban jiwa, luka-luka bahkan anak kecil dan kaum perempuan turut jadi korban.

Begitulah Israel sesungguhnya ditakdirkan. Sebuah bangsa yang -maaf- tengik, sehingga segala yang berbau tentangya adalah busuk dan perlu dimusnahkan. Termasuk kebiasaan tiup trompet. Tak perlu lagi dibuktikan kebenarannya karena sudah ada bau busuk di sana.

Mari rayakan tahun baru dengan sederhana. Tak ada tiup terompet, namun penuh harapan dan cita-cita khususnya untuk rakyat Palestina.

Selamat Tahun Baru.

Tamalanrea, 1 Januari 2009 00:36

No comments: