Saya tidak mampu nyaleg.
Nyaleg butuh uang, butuh tampang, butuh keterampilan politik, butuh retorika. Saya tak punya semua itu
"Gapapa yang penting punya dukungan suara bro!"
Hehe, suara rakyat sekarang mahalll. Mereka butuh uang buat makan. Mereka kelaparan. Subsidi mereka dicabut lalu dipakai jalan2 ke Eropa, pajak yang mereka bayar dikorup. Mereka sudah terlalu banyak dikecewakan.
Bagi politikus, pemilu adalah pertarungan. Tapi bagi rakyat, ini adalah pertaruhan dimana mereka selalu sengaja dihadirkan sebagai yang kalah. Rakyat mulai menyadari itu, dan akhirnya jumud dan jenuh. Kini, suara rakyat negeri ini bukan lagi suara Tuhan, melainkan nyanyian perut keroncongan. Wajar jika tak lagi bisa mengharapkan idealisme mereka. Logika rakyat tak berfungsi baik tanpa logistik. Salahkah mereka?
*Semangat politik hari ini transaksional. Politikus dan rakyat sama-sama terjebak dalam pusaran SKANDAL.
Makassar, 9 April 2014


No comments:
Post a Comment